This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

17/06/23

18 Juni yang Ke-22

Selamat hari bahagia, Bapak! Selamat untuk 18 Juni yang ke-22!

    Gimana perasaan kamu saat ini? apakah sudah sayang aku hari ini? apakah perasaan kamu sudah berubah terhadap aku? Semoga apapun itu keputusan kamu, adalah yang terbaik bagimu ya. Ingat jangan pernah merokok lagi! Diminum obat dari aku itu ya! aku udah beli mahal-mahal tau! harusnya sih udah habis buat sebulan. Jangan pernah ketergantungan sama hal yang buruk, vape itu mematikan! Malah bisa buat bunuh nyamuk.

    Bapak... mungkin saat aku mengetik seluruh tulisan ini, aku dalam keadaan yang membingungkan. Aku mungkin saja sudah mati rasa dengan kamu, dengan apa yang sudah kamu perbuat. Atau mungkin, bisa saja aku masih memiliki rasa yang sama meskipun hanya tersisa sedikit lagi. Bapak, di usiamu yang menginjak 22 tahun ini, apakah perasaanmu kepadaku masih sama saat pertama kali kamu menyatakan sayang dan cinta kepadaku? 


    Harusnya aku bisa lebih bersabar denganmu ya? apakah harusnya begitu selalu? tidak bisakah dibalik situasinya, dengan kamu yang bersabar denganku yang selalu mengeluh, cemburu, overthinking dan hal jelek lainnya? tidak bisakah? mungkin itulah akhirnya. Akhirnya kita sama-sama mengedepankan ego masing-masing dengan tidak ada yang mau mengalah. Ego bertemu dengan ego, pada akhirnya perpisahan juga kan yang terjadi? 

    Tidakkah kamu berpikir akan hal bahagia saat bersamaku, di kala kita mulai merasa renggang? Saat aku marah, mungkin aku hanya akan marah denganmu sehari atau dua hari. Aku akan selalu mengingat bagaimana kamu memperlakukan aku dengan baik. Siapa yang akhirnya menemani kala aku merasa kesepian. Katanya, aku punya kamu juga? meski aku selalu bilang aku tidak punya siapapun, katanya kamu yang akan selalu menemani. 

    Apakah di usiamu kini, kamu masih ingin menemaniku? membersamaiku? atau malah kamu akan pergi jauh? Sekali lagi, apapun keputusan kamu semoga itu yang terbaik. Aku selalu cemburu akan banyak hal yang tidak pernah aku tau tentangmu. Memang, kita baru kenal 6 tahun yang lalu saat menempuh bangku SMA. Kala itu, aku tidak tertarik sama sekali denganmu. Bahkan aku rasa, kamu hanya lelaki yang sangat sombong dan banyak gaya. Tapi pada akhirnya aku hanya menelan ludahku sendiri, menyukai dan menyanyangimu sampai pada detik ini. Pada seluruh ragamu yang meski terlihat banyak kekurangan, aku hanya berpikir untuk selalu mengisi hari-harimu. 

    Bapak, semoga kamu panjang umur ya... tercapai segala hal yang kamu inginkan. Semoga semua doamu melangit sampai pada dikabulkannya seluruh doamu itu. Aku ingin kamu terus bahagia, meski pun tanpa aku(?) Aku ingin kamu merasa dicintai setiap harinya oleh orang yang kamu cintai. Aku ingin kamu tidak lagi merasakan kesepian meskipun harus hidup sendiri. Aku ingin kamu selalu merasa cukup dan bahkan lebih dari cukup atas segala nikmat yang telah diberi. 

Doa-doaku di setiap kali aku melafazkannya setelah sholat, mungkin tidak semuanya terjadi padamu, tapi aku akan selalu berdoa untukmu. 

    Bapak... tidak bertemu lagi denganku, bukan akhir dari semuanya ya(?) Mungkin semua itu adalah awal yang baik bagimu. Tidak akan risih perihal aku yang selalu mengganggu kehidupanmu, tidak akan lagi ada kata itu kelak. Tidak perlu lagi memblokir kontak siapapun yang menurutmu mengganggu. Semoga kamu selalu dikaruniai rasa ikhlas, lapang dada dan sabar.

I love you, always pak<3 Selamat hari bahagia, selalu!

17/06/22

Selamat Hari Bahagia, Bapak!

Bapak, selamat hari bahagia! Semoga segala sesuatu yang kamu kerjakan, dilancarkan sampai akhir. Aamiin. Sehat selalu, bapak!

Bapak, maaf aku banyak kurangnya. Maaf selama ini aku selalu nyusahin, dan ngeganggu. Aku udah janji sama diri aku sendiri, aku bakal berjuang sendirian sampai akhir. Meski aku bener-bener kangen sama kamu, aku bakal tahan rasa ini sampe nanti kamu yang sadar kalo aku gak akan tinggal lama di sini. Bapak, aku ngga tahu lagi harus cerita sama siapa lagi. Kesusahan aku, rasa panik aku, kegelisahan aku, dan segala sesuatunya yang bikin aku cape dan ngerasa bener-bener cape banget. 

Aku sekarang mulai ngebatasin diri aku sama kamu. Ngga lagi nelfon kamu malem-malem meski aku lagi ngerasain sedih, ngga akan lagi ngespam chat ke kamu karena kamu ngga pernah bales chat aku. Aku udah bener-bener ngerasa sepasrah itu. Kalopun bukan kamu orang yang bisa ada di samping aku terus, aku juga ikhlas. Sekarang, aku cuma bisa ngejadiin diri aku sendiri sebagai benteng. Aku udah gamau ngerepotin kamu lagi, ngerepotin siapapun dan ngebikin kamu khawatir lagi.

Bapak, aku bener-bener mau ketemu, mau peluk, mau bilang "Aku butuh kamu, aku kangen. Aku gabisa hidup tanpa kamu."

Maaf, emang aku ngga bisa jadi cewe yang kamu mau. Bahkan mungkin, aku bukan cewe yang kamu mau, maaf. 

Bapak, aku udah ngga akan lagi maksa kamu buat nepatin janji, yang gapernah kamu tepati. Aku masih inget jelas segimana seringnya aku dikhianati. Mungkin kemaren, udah kali ke berapa kamu ngga nepatin janji kamu. Aku udah ikhlas. Lagi pula, aku bersyukur kamu udah nyiptain jarak ini. Aku gapernah tau gimana keadaan aku nanti. Masih sama kaya sekarang yang sehat bugar, atau nanti aku cuma jadi perempuan lemah yang hidup dalam pembaringan dan akhirnya mati. 

Bapak, aku bahkan nggamau mengulang kesalahan yang sama lagi. Aku bener-bener udah pasrah nyerahin semuanya sama takdir yang bakal terjadi antara aku sama kamu. 

Bapak, tau ngga kalo sebenernya aku bener-bener masih suka apapun yang ada sama kamu. Katanya, jangan suka sama yang zodiaknya gemini. Nanti pasti selalu disakitin, buaya, suka flirting sana-sini. Entah kenapa, kalau itu kamu mau apapun zodiaknya aku gapernah percaya sama yang begituan, dan aku selalu suka kamu. Aku gapernah bisa benci sama kamu, meski berkali-kali kamu selalu nyakitin aku. Tapi aku tau, kamu ngelakuin itu karena kamu pengen aku ngga terlalu mengandalkan kamu terus. Biar aku bisa mandiri, dan bisa ngejaga diri aku sendiri.

Bapak, selalu jaga kesehatan ya... Jangan terlalu ambis nyari uang cuma buat duniawi yang fana sampe lupa sama badan sendiri. Kamu cerita kalo kamu rela selama 2 harian motoran hujan-hujanan karena mau beli lepi. Aku salut banget sama kamu, ngga pernah cerita apa-apa ke siapapun. Sedangkan aku yang baru segini aja, udah sering ngeluh ke kamu.

Bapak, aku selalu berdoa biar kamu selalu banyak rezekinya. Terus biar kamu selalu bisa beli apapun yang kamu mau tanpa ngeliat lagi label harganya. Bapak sehat terus yaa... ILYA.

30/01/22

Tetaplah Hidup, Katanya

 Aku sakit. Amat sakit sekali.

Berkali-kali aku mencoba memutuskan untuk pergi, selamanya. Rasanya baru saja kemarin. Aku hancur-sehancurnya. Entah apa yang ada di pikiranku, aku hanya ingin pulang.

Tetapi, tetaplah hidup katanya. Meski yang aku rasakan hanya kesepian, kesendirian, kecemasan yang berulang-ulang dan rasa lelah yang tidak kunjung berkesudahan.

Egois bukan? Tetaplah hidup, katanya. Meski dirinya sendiri tidak pernah menemani kala aku merasakan fase depresi ku di setiap kalinya.

Egois bukan? Tetaplah hidup, katanya. Meski aku yang merasakan kehadiranku tidak lagi berharga untuk siapapun.

Egois bukan? Tetaplah hidup, katanya. Meski aku yang merasakan menjadi bukan siapa-siapa di dunia, bukan apa-apa di dunia ini.

Aku hanya ingin mengakhiri, rasa sakit yang teramat. Aku hanya ingin mengakhiri, rasa rindu yang tidak lagi bisa tersampaikan. Aku hanya ingin mengakhiri apapun tentang dunia ini.

Aku tidak lagi melakukan apapun kecuali mengurung diri, menyakiti diri sendiri, menangis sampai mata tidak lagi cantik. Aku hanya menyiksa diriku perlahan-lahan. Aku hanya membenci diriku yang bagaikan sampah, tidak lagi berguna, tidak lagi terhormat, tidak lagi dihargai.

Aku hanya ingin mengakhiri semuanya. Cukup... Aku lelah. Aku letih. Bagaimanapun aku mengatakan kondisiku, tidak lagi ada peduli. Mereka hanya lelah akan semua ocehanku, mereka hanya sibuk dengan urusan mereka sendiri. Akupun begitu. Aku sibuk dengan segala isi pikiranku.

Aku tidak akan lagi hidup. Aku tidak peduli kata siapa pun, aku hanya tidak lagi percaya pada siapapun. Aku hanya ingin mengakhirinya segera.

Maaf... Maaf... Maaf...

Aku berterima kasih kepada seluruh keluargaku yg aku repotkan, aku berterima kasih kepada teman-teman ku yg berkata aku bodoh, iya sangat bodoh. Terima kasih...

Maaf, aku amat sangat mencintai kalian semua. Hanya saja aku merasa tidak lagi semuanya adil. Aku hanya ingin pulang.

02/02/21

Rindu

Kamu tau?
Hal-hal apa yang membuatmu menjadi rindu?
Kamu tau bagaimana rasanya merindu? Sudah barang tentu bukan kalau kau akan menjelma menjadi orang yang sangat puitis. Menebar kata-kata kerinduan. Begitupun dengan aku. Aku takkan segan memberi kode-kode bahasa rindu, tentu saja agar dirimu tau.

Tapi sungguh kau itu sangat tak berperasaan. Jika aku marah atau tak membalas pesanmu, kau hanya menanti tanpa mau menanyakan, kamu baik?

Aku tidak sedang baik. Kalau perihal rindu saja tak kau hiraukan, aku lebih baik pergi dengan segala rasa penasaranku. Kamu kemana saja selama ini?
Aku tidak akan pernah menyuruhmu untuk selalu menemaniku. Namun, ada saatnya aku juga butuh untuk sekedar membagi suka dukaku bersamamu.




Rasanya sangat menyakitkan memendam perasaan ini seorang diri. Rasa sakit yang hanya bisa aku utarakan lewat tulisan ini. Setiap kenangan yang kau goreskan dalam lembaran memoriku, berhasil membuatku mengenangnya dengan kerinduan yang mendalam. Aku bicara ini padamu, aku sungguh mencintaimu. Sebab itu, harusnya kau mengerti bagaimana perasaanku saat aku butuh teman untuk mendengar.

Sekarang terserah padamu saja, aku menyerah. Jika misal kita saling egoispun semuanya takkan bisa diselesaikan sampai diantara kita baru ada yang mengalah. Baiklah kerinduanku sepertinya hanya akan tersimpan baik dalam memori yang berkelabut dengan perasaan.

07/09/19

Pertemuan

Pertemuan pertama antara aku dan dirimu dimulai dengan hal-hal yang sangat menyebalkan. Waktu itu aku selalu jadi bahan bercandaan dirimu. Rasanya saat itu juga aku ingin pindah planet saja. Aku mulai menyukaimu saat pertama kali aku berjumpa denganmu. Tidak, bukan perjumpaan seperti dalam drama sinetron yang sangat menyenangkan dan mungkin bikin baper. Perjumpaan yang hanya tau namamu, dan rasanya bagiku nama itu seperti nama seorang perempuan yang nyatanya kau adalah laki-laki. Saat itu aku mulai suka mencuri pandang darimu. Tapi mungkin tak pernah diketahui olehmu.

Aku juga mulai mencuri-curi dengar tentangmu dari orang-orang yang sudah dekat denganmu dari dulu. Rasanya ada banyak hal yang aku tahu darimu. Mulai dari hal yang menyenangkan sampai pada hal yang menurutku itu sangat menyebalkan membuatku cemburu. Ah, sungguh aku tak ingin menceritakan ini di sini rasanya. 




Kau adalah lelaki yang menurutku sangat sederhana, tapi kau selalu menunjukkan hal-hal yang tidak bisa diduga. Sebelumnya jika aku bertemu dengan seseorang, pasti aku akan tau terlebih dahulu bagaimana orang tersebut. Nyatanya aku tak bisa membaca itu dari dirimu. Kau lelaki yang penuh kejutan serta banyak hal yang terlihat kau sembunyikan. Memang kau itu lelakiku yang unik. Hah? bahkan aku sudah berani menyebutmu sebagai lelakiku. Jangan hakimi aku, tolong.

Perbincangan denganmu yang pertama kali adalah tentang basa-basi yang menurutku kau terlalu berani mendekatiku. Saat lelaki lain tak berani mendekatiku karena aku adalah perempuan introvert yang tak akan menggubris apapun yang lelaki bicarakan kepadaku. Tapi ini sulit, aku menyukaimu dan kau mendekat padaku. Aku butuh waktu untuk mencerna ini semua. 

Ejekan-ejekan yang kau keluarkan tiap hari padaku, rasanya selalu menjadi hal yang paling membekas dihatiku hingga pada saat ini. Namun anehnya, hal itu tak sedikitpun membuatku sakit hati. Rasanya aku hanya terbiasa dengan apa yang selalu lelaki katakan padaku. Banyak hal yang kau ucapkan sampai didetik aku berani juga didekati olehmu. Tak segan aku untuk banyak bercerita padamu dan kau selalu bersedia untuk mendengarkan semua keluh-kesahku padamu. Aku tak mengerti itu semua.

Hingga saat ini kau masih menjadi bagian dari hidupku. Memandangmu dari jauh, mendoakan dirimu dalam setiap doaku, hingga menemaniku mengisi hari-hariku. Terimakasih, semoga kisah kita berlanjut sampai tua. Aamiin.