Selamat hari bahagia, Bapak! Selamat untuk 18 Juni yang ke-22!
Gimana perasaan kamu saat ini? apakah sudah sayang aku hari ini? apakah perasaan kamu sudah berubah terhadap aku? Semoga apapun itu keputusan kamu, adalah yang terbaik bagimu ya. Ingat jangan pernah merokok lagi! Diminum obat dari aku itu ya! aku udah beli mahal-mahal tau! harusnya sih udah habis buat sebulan. Jangan pernah ketergantungan sama hal yang buruk, vape itu mematikan! Malah bisa buat bunuh nyamuk.
Bapak... mungkin saat aku mengetik seluruh tulisan ini, aku dalam keadaan yang membingungkan. Aku mungkin saja sudah mati rasa dengan kamu, dengan apa yang sudah kamu perbuat. Atau mungkin, bisa saja aku masih memiliki rasa yang sama meskipun hanya tersisa sedikit lagi. Bapak, di usiamu yang menginjak 22 tahun ini, apakah perasaanmu kepadaku masih sama saat pertama kali kamu menyatakan sayang dan cinta kepadaku?
Harusnya aku bisa lebih bersabar denganmu ya? apakah harusnya begitu selalu? tidak bisakah dibalik situasinya, dengan kamu yang bersabar denganku yang selalu mengeluh, cemburu, overthinking dan hal jelek lainnya? tidak bisakah? mungkin itulah akhirnya. Akhirnya kita sama-sama mengedepankan ego masing-masing dengan tidak ada yang mau mengalah. Ego bertemu dengan ego, pada akhirnya perpisahan juga kan yang terjadi?
Tidakkah kamu berpikir akan hal bahagia saat bersamaku, di kala kita mulai merasa renggang? Saat aku marah, mungkin aku hanya akan marah denganmu sehari atau dua hari. Aku akan selalu mengingat bagaimana kamu memperlakukan aku dengan baik. Siapa yang akhirnya menemani kala aku merasa kesepian. Katanya, aku punya kamu juga? meski aku selalu bilang aku tidak punya siapapun, katanya kamu yang akan selalu menemani.
Apakah di usiamu kini, kamu masih ingin menemaniku? membersamaiku? atau malah kamu akan pergi jauh? Sekali lagi, apapun keputusan kamu semoga itu yang terbaik. Aku selalu cemburu akan banyak hal yang tidak pernah aku tau tentangmu. Memang, kita baru kenal 6 tahun yang lalu saat menempuh bangku SMA. Kala itu, aku tidak tertarik sama sekali denganmu. Bahkan aku rasa, kamu hanya lelaki yang sangat sombong dan banyak gaya. Tapi pada akhirnya aku hanya menelan ludahku sendiri, menyukai dan menyanyangimu sampai pada detik ini. Pada seluruh ragamu yang meski terlihat banyak kekurangan, aku hanya berpikir untuk selalu mengisi hari-harimu.
Bapak, semoga kamu panjang umur ya... tercapai segala hal yang kamu inginkan. Semoga semua doamu melangit sampai pada dikabulkannya seluruh doamu itu. Aku ingin kamu terus bahagia, meski pun tanpa aku(?) Aku ingin kamu merasa dicintai setiap harinya oleh orang yang kamu cintai. Aku ingin kamu tidak lagi merasakan kesepian meskipun harus hidup sendiri. Aku ingin kamu selalu merasa cukup dan bahkan lebih dari cukup atas segala nikmat yang telah diberi.
Doa-doaku di setiap kali aku melafazkannya setelah sholat, mungkin tidak semuanya terjadi padamu, tapi aku akan selalu berdoa untukmu.
Bapak... tidak bertemu lagi denganku, bukan akhir dari semuanya ya(?) Mungkin semua itu adalah awal yang baik bagimu. Tidak akan risih perihal aku yang selalu mengganggu kehidupanmu, tidak akan lagi ada kata itu kelak. Tidak perlu lagi memblokir kontak siapapun yang menurutmu mengganggu. Semoga kamu selalu dikaruniai rasa ikhlas, lapang dada dan sabar.
I love you, always pak<3 Selamat hari bahagia, selalu!






0 komentar:
Posting Komentar